Bertahan, Bertumbuh, dan Belajar: Catatan Marketing Properti yang Menolak Kalah oleh Zaman

"Bukan soal siapa yang paling lama, tapi siapa yang mau terus belajar."

Hai guys…
Setelah sekian lama nggak nulis blog, akhirnya aku kembali lagi di tahun 2026.

Waktu memang cepat banget ya.
Sekarang usiaku sudah 29 tahun, dan yes… aku belum menikah 😄
Dulu mungkin aku malu bilang ini, tapi sekarang aku justru merasa lebih jujur dan damai dengan perjalanan hidupku sendiri.

Blog ini bukan untuk pamer pencapaian, tapi lebih ke catatan pulang.
Tentang proses. Tentang jatuh bangun. Tentang dunia properti yang nggak pernah ramah tapi selalu jujur pada mereka yang mau bertahan.


Isi Blog

Sedikit Cerita tentang 2025: Tahun yang Ramai, Berat, dan Penuh Pelajaran

Bertahan di Dunia Properti Itu Tidak Mudah

Banyak yang mengira marketing properti itu enak.
Kelihatannya cuma posting, balas chat, terus closing.

Padahal realitanya?
Mentalnya diuji tiap hari.

Banyak teman seperjuanganku yang akhirnya banting setir:

  • Ada yang jadi tukang servis AC

  • Ada yang buka usaha makanan

  • Ada yang benar-benar meninggalkan dunia properti

Dan itu nggak salah.
Setiap orang punya jalannya masing-masing.

Tapi ada juga yang tetap bertahan.
Dan aku perhatikan satu kesamaan mereka:
👉 Mau upgrade skill dan ilmu.


Cara Pemasaran Properti Berubah Drastis (2018–2026)

Dari tahun 2018 sampai sekarang, cara jualan properti berubah total.

Dulu:

  • Pameran

  • Sebar brosur

  • Iklan OLX

  • Portal properti

Sekarang?

👉 Facebook jadi pionir di properti 2026.

Siapa sangka?
Sejak Instagram diakuisisi Facebook, ekosistem iklannya jadi semakin kuat. Sekali pasang iklan, kita bisa menjangkau:

  • Pengguna Facebook

  • Sekaligus pengguna Instagram

Lebih luas. Lebih tertarget.


TikTok: Dari Hiburan ke Mesin Penjualan

Lalu muncullah TikTok Live.

Berawal dari Bigolive, lalu berkembang jadi TikTok, orang-orang mulai belanja lewat live.
Affiliate bermunculan.
Penghasilan ratusan juta jadi cerita yang nyata.

Pelan-pelan, market properti pun ikut pindah ke TikTok.

Sebagai “senior” di dunia properti (walau masih banyak belajar 😅), aku nggak mau sok jago.
Aku ikut belajar:

  • Cara live

  • Cara bangun personal branding

  • Cara pasang iklan TikTok

  • Cara baca market baru

Capek? Banget.
Takut? Iya.
Tapi diam jauh lebih menakutkan.


Kalau Nggak Mau Upgrade Skill, Apa yang Terjadi?

Jawabannya sederhana dan kejam:
👉 Kamu nggak bisa jualan.

Dan inti jadi seorang marketing itu apa?
JUALAN.

Bukan gengsi.
Bukan sok idealis.
Bukan merasa “aku sudah lama di sini”.

Zaman nggak peduli kamu siapa.
Zaman cuma peduli: kamu relevan atau tidak.


Penutup

Di usia 29 tahun ini, aku masih belajar.
Masih jatuh. Masih bangun. Masih ragu. Masih takut.

Tapi satu hal yang aku yakini:
selama kita mau bertahan dan bertumbuh, kita nggak akan benar-benar kalah.

Kalau kamu hari ini masih di dunia properti—dan merasa capek, bingung, atau hampir menyerah—
kamu nggak sendirian.

Kita mungkin belum sampai tujuan,
tapi setidaknya kita masih berjalan.


"Yang bertahan bukan yang paling kuat, tapi yang paling mau belajar."

Komentar

Postingan Populer